Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Menyentuh Handphone yang Terdapat Aplikasi Al-Qur'an



Handphone semakin canggih untuk saat ini, sudah banyak aplikasi yang bermanfaat. Di antara aplikasi yang ada adalah mushaf Al Qur’an. Mulai dari handphone yang sederhana sampai yang canggih, sudah disediakan aplikasi ini, lebih-lebih lagi di smart phone dan tab. Bagaimana jika aplikasi tersebut ada pada telepon genggam kita, apakah kita harus menyentuhnya dalam keadaan berwudhu? Seperti kita ketahui bersama bahwa menurut jumhur ulama (baca: mayoritas) bahkan inilah pendapat para sahabat yaitu harus menyentuh mushaf dalam keadaan bersuci.

Ibadah dan Sedekah Dengan Harta Haram

halal_haram_sedekah

Sekarang ini orang tidak lagi peduli dari manakah hartanya berasal, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram. Asalkan mengenyangkan perut, dapat memuaskan keluarga, itu sudah menyenangkan dirinya. Padahal harta haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan seorang muslim, baik mempengaruhi ibadahnya, pengabulan do’anya dan keberkahan hidupnya. Di antara pengaruh dalam ibadah yaitu berdampak pada kesahan ibadahnya, seperti pada ibadah shalat, haji atau pun sedekahnya. Karena Allah hanyalah menerima yang thoyyib yaitu yang baik dan halal.

Hukum Musik Dalam Islam






DEFINISI MUSIK

Dalam pengertian masyarakat umum, kata "musik" merujuk pada suatu seni yang mengombinasikan antara paduan berbagai alat musik tertentu dengan seni suara. Sehingga, musik yang hanya menampilkan paduan alat musik saja, seperti musik klasik, atau paduan suara saja, dianggap "kurang musik". Dalam performa panggung, seni musik juga sering dipadukan dengan seni tari atau dansa. Terkadang, musik dan lagu disebut terpisah. Tapi tidak jarang juga dua kata itu disebut secara berkelindan (interchangeable) untuk pengertian yang sama.

Kuasailah Harta, Jangan Dikuasai!




HAMPIR setiap orang berharap memiliki harta yang berlimpah. Apalagi di zaman semua serba uang. Semua kebutuhan dan keinginan harus diperoleh dengan uang.

Sayangnya orang banyak lupa, gara-gara harta, tidak sedikit yang nestapa. Lihatlah di negara-negara berteknologi maju dan melimpah materi, justru merebak empat penyakit akibat stres: jantung, kanker, radang sendi, dan pernapasan. Inilah gambaran nestapa peradaban materi. Harta yang dicari dan dibangga-banggakan ternyata membawa sengsara. Tak bisa menjamin hidup bahagia.

Agar harta tak sia-sia, kita harus bijak menggunakannya. Jika tidak, kita sama saja lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau. Miskin menderita, kaya pun sengsara.

Nah, bagaimana seharusnya kita menyikapi harta benda ini?

Orientasi Tauhid

Apa orientasi dasar hidup kita? Bagaimana kita memandang materi yang kita cari dan kita punyai? Untuk apa semua harta yang kita miliki?

Banyak orang, tanpa sadar, belum memiliki orientasi dasar yang benar terhadap harta. Cara pandangnya kabur, terombang-ambing oleh situasi dan kondisi.

Hukum Mengucapkan “Merry Christmas”





Soalan:
Bolehkah saya mengucapkan “Selamat Hari Natal” kepada rakan saya yang beragama Kristian dan mengunjungi rumahnya sempena hari perayaan tersebut?
Nur Suliani, Sandakan, Sabah.

Jawaban:
Hari Natal disambut sempena kelahiran Jesus sebagai anak Allah. Keyakinan ini amat bertentang dengan Islam sebab Allah tidak memiliki anak. Allah menegaskan: “Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan” [Surah al-Ikhlas, ayat 3] Apabila seorang muslim mengucapkan “Selamat Hari Natal”, bererti dia mengucapkan “Selamat menyambut kelahiran anak Allah”. Apabila seorang muslim menghadiri perayaan Hari Natal, bererti dia sama-sama meraikan hari kelahiran anak Allah.
Semua ini bertentangan dengan sikap seorang muslim yang sepatutnya: “Hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertakwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan.” [Surah al-Maidah, ayat 2] Justeru kita sepatutnya bertolong-tolongan menjemput mereka ke agama Islam, bukan bertolong-tolongan meraikan hari kebesaran mereka yang mencerobohi dasar Islam, hingga akhirnya mereka terasa pengiktirafan kita ke atas agama mereka.
Semua ini bukan bererti memecah-belahkan rakyat Malaysia. Ini kerana persatuan dicapai dengan masing-masing penganut agama bebas mengamalkan agama mereka, bukan dengan masing-masing penganut meraikan sesuatu yang bertentang dengan agama mereka.

Sumber : MyIbrah